Panitia Perlombaan Tradisional Sebagai Sarana Pengembangan Keterampilan Motorik dan Sportivitas Anak Sekolah Dasar Negeri 064972 Medan Amplas
DOI:
https://doi.org/10.53905/joska.v3i01.04Keywords:
permainan tradisional, keterampilan motorik, sportivitas, pendidikan karakter, sekolah dasarAbstract
Objectives: Perlombaan tradisional merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang sarat dengan nilai-nilai luhur dan dapat dijadikan media pembelajaran bagi anak-anak. Sekolah Dasar Negeri 064972 Medan Amplas menghadapi tantangan dalam mengembangkan keterampilan motorik dan nilai sportivitas siswa di era digital. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengoptimalkan potensi permainan tradisional sebagai sarana pengembangan karakter dan keterampilan fisik anak. Kegiatan ini bertujuan untuk: (1) meningkatkan keterampilan motorik kasar dan halus siswa melalui permainan tradisional, (2) menumbuhkan nilai-nilai sportivitas, kerjasama, dan disiplin, (3) melestarikan budaya permainan tradisional Indonesia, dan (4) memberikan alternatif kegiatan fisik yang edukatif dan menyenangkan.
Methods: Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan: pelatihan panitia lomba (guru dan orang tua), sosialisasi kepada siswa, pelaksanaan lomba tradisional (balap karung, tarik tambang, lompat tali, gobak sodor, dan kelereng), serta evaluasi menggunakan observasi terstruktur, kuesioner, dan wawancara. Kegiatan melibatkan 150 siswa kelas I-VI yang dibagi dalam kelompok berdasarkan usia.
Results: Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek motorik dan sportivitas. Tingkat partisipasi mencapai 98% dari total siswa. Evaluasi pre-post test menunjukkan peningkatan keterampilan motorik kasar sebesar 42% dan motorik halus 35%. Nilai sportivitas meningkat dari rata-rata 65 menjadi 87 (skala 100). Antusiasme siswa tinggi dengan tingkat kepuasan 92%, sementara orang tua dan guru memberikan respon positif (89% dan 94%).
Conclusion: Program ini memberikan dampak positif berupa peningkatan aktivitas fisik siswa, pengenalan kembali permainan tradisional kepada generasi muda, terciptanya kolaborasi sekolah-orang tua, dan tersedianya model kegiatan ekstrakurikuler yang berkelanjutan. Rekomendasi untuk pengembangan mencakup implementasi rutin setiap semester dan perluasan ke sekolah lain di wilayah Medan Amplas.
References
Dharmamulya, S. (2008). Permainan tradisional Jawa. Kepel Press.
Gallahue, D. L., Ozmun, J. C., & Goodway, J. D. (2012). Understanding motor development: Infants, children, adolescents, adults (7th ed.). McGraw-Hill.
Goodway, J. D., Robinson, L. E., & Crowe, H. (2010). Gender differences in fundamental motor skill development in disadvantaged preschoolers from two geographical regions. Research Quarterly for Exercise and Sport, 81(1), 17-24. https://doi.org/10.1080/02701367.2010.10599624
Iswinarti. (2017). Nilai-nilai terapiutik permainan tradisional engklek untuk anak usia sekolah dasar. Jurnal Psikologi Jambi, 2(2), 47-52. https://doi.org/10.22437/jpj.v2i2.4326
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2023). Laporan survei pola bermain anak Indonesia di era digital. Pusat Data dan Informasi Kemdikbud.
Nurihsan, A. J., & Yusuf, S. (2016). Teori kepribadian. PT Remaja Rosdakarya.
Rintaugu, E. G. (2020). Effects of structured physical activity interventions on sportspersonship behaviors among primary school children. African Journal for Physical Activity and Health Sciences, 26(2), 182-195.
Shields, D. L., & Bredemeier, B. L. (2009). True competition: A guide to pursuing excellence in sport and society. Human Kinetics.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. (2017). Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 104.
Downloads
Published
Issue
Section
Categories
License
Copyright (c) 2026 Benjamin Sembiring, Aris Simaremare, Anugrah Panca Dinata, Franroso Pininggit Simatupang, Boisandi Buulolo, Melisah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

